1. Selalu mencari guru
yang benar-benar ahlinya
KH Hasyim Asy’ari senang untuk belajar kepada guru yang alim, penuh kasih
sayang, memiliki harga diri dan kemandirian dan terjaga dalam kemaksiatan. Guru
yang benar benar ahlinya adalah didukung dengan keahlian mengajarnya dan dapat
memberikan pemahaman yang mudah kepada santrinya.
2. Kompetensi yang baik dalam ilmu syariat
Guru yang dipilihnya adalah yang memiliki kompetensi terhadap ilmu syariat
melalui guru guru sebelumnya sehingga ada keterkaitan dengan ilmu yang
dipelajarinya.
3. Patuh dalam segala
hal kepada gurunya
KH Hasyim Asy’ari patuh kepada
gurunya tidak saja dalam hal pelajaran tetapi dalam hal lainnya dengan selalu berkhikmat
(melayani) kepada gurunya. Beliau memahami bahwa merendahkan diri dihadapan
guru adalah kemuliaan, tunduk kepada guru adalah kebanggaan dan tawadhu kepada
guru adalah keluhuran.
4. Mengakui kesempurnaan ilmu dalam diri seorang guru
KH
Hasyim Asy’ari memandang guru dengan pandangan kekaguman dan meyakini
kesempurnaan ilmu dalam diri guru. Karena itu selama nyantri beliau tidak
pernah megecewakan gurunya dengan sikapnya itu.
5. Selalu ingat akan hak dan keutamaan gurunya
KH Hasyim Asy’ari selalu
ingat hak hak guru dan tidak melupakan keutamaanya, selalu mengingatnya
selama-lamanya, baik ketika hidup maupun sudah wafat. Begitu juga dia selalu
menjaga hubungan dengan keluarga guru dan orang-orang terdekatnya, menziarahi
makamnya, meminta ampun dan mengirim doa dan sedekah kepada gurunya dan selalu
meneladani sikap gurunya.
6. Sabar dengan sikap guru yang keras
KH Hasyim Asy’ari selalu bersikap sabar dalam
menghadapi watak gurunya yang kadang keras. Karasnya watak gurunya itu tidak
membuatnya mundur dalam belajar kepadanya.
7. Selalu meminta izin untuk bertemu
KH Hasyim Asy’ari kala
hendak menemui gurunya diluar majelis atau pengajian selalu meminta izin dari
gurunya. Beliau menginginkan bila guru menerima dirinya dalam kondisi yang
tepat dan baik.
8. Sangat memperhatikan adab kepada gurunya
KH Hasyim asy’ari kala
belajar selalu penuh perhatian dan tidak menengok kecuali dibutuhkan. Beliau
berkonsentrasi dalam memperhatikan setiap ucapan gurunya.
9. Sikap baik dan sopan kepada gurunya
KH Hasyim Asy’ari
selalu bersikap baik dan sopan saat berhubungan dengan gurunya. Beliau tiada
pernah membantah ucapan apalagi menyinggung perasaan gurunya.
10. Seolah baru mendengar mengenai pelajaran yg sudah diketahuinya
Ketika gurunya
menyampaikan pelajaran dengan menceritakan suatu kisah yang sudah diketahuinya,
beliau akan bersikap seolah-olah baru mendengarnya, tetap memperhatikan dengan
penuh seksama. Baginya ini bukan kebohongan, tetapi bentuk menyenangkan
gurunya.
11. Tidak pernah mendahului atau memotong ucapan gurunya
KH Hasyim Asy’ari
tidak pernah mendahului atau memotong pembicaraan guru terkait masalah atau
penjelasan terkait soal agama. Beliau lebih memilih bersabar dan membiarkan
gurunya menyelesaikan penjelasannya.
12. Selalu menerima dengan tangan kanannya
Ketika KH Hasyim
asy’ari menerima sesuatu dari guru ia selalu menerima dengan tangan kanannya.
Begitupula ketika beliau ingin memberikan kitab atau buku, ia selalu
memberikannya dalam kondisi terbuka dan siap dibaca oleh gurunya.
Itulah 12 kebiasaan yang dilakukan KH Hayim Asy’ari selama menuntut ilmu atau
nyantri di berbagai pesantren. Ia melakukannya bukan karena ikut-ikutan tetapi
keluar dari dasar ilmu dan kebiasaanya yang menjadikan karakter dalam dirinya.
Kareakter itu yang kelak membantunya menjadi orang besar, bahkan melebihi
gurunya sendiri.
sumber :perkarahati.wordpress.com